Mengatasi Kesalahan Perayapan (Crawl Error) dan Broken Link pada Google Webmastertools

Mengatasi Kesalahan Perayapan (Crawl Error). – Web Crawler (perayap web) merupakan web robot (bot) yang secara sistematis menelusuri web atau World Wide Web. Kegiatan ini umumnya untuk pengindeksan Internet, yang berarti bahwa mesin pencari (search engine) umumnya menggunakan kata kunci dan metadata untuk memasok terminologi yang lebih praktis di gunakan untuk pencarian online.

Search engine web menggunakan perayapan web (spidering) untuk mengindeks konten Internet agar selalu up-to-date. Web crawler dapat menyalin semua halaman web yang di rayapinya untuk penanganan selanjutnya melalui search engine yang mengindeks halaman-halaman terunduh itu sehingga pengguna dapat mencari secara lebih efisien.

Web crawler dapat memvalidasi referensi informasi atau hyperlink serta HTML, yang digunakan untuk membangun atau membuat suatu halaman situs web. Terkadang kesalahan perayapan atau crawl error terjadi, dengan kata lain, bot tidak berhasil merayapi suatu URL.

Sehingga Anda akan melihat kode-kode kesalahan-kesalahan seperti 401 (Unauthorized), 403 (Prohibited or Forbidden), 404 (Not Found), 500 (Server Error), 509 (Bandwidth Exceeded) atau lainnya.
Salah satu perangkat SEO dari Google adalah Google Webmaster Tools.

Dalam hal ini jika situs Anda memiliki kinerja lumayan di perangkat tersebut, maka itu artinya situs Anda dipandang bagus oleh bot Google. Walau begitu, karena suatu hal, terkadang muncul pesan error (kesalahan) pada situs Anda. Oleh karena itu, Anda harus segera memperbaikinya.

Sebagai contoh kasus, misalkan dari dasbor situs, Anda mendapat pesan kesalahan Server Not Found (Server tidak diketemukan) atau Server Error (Kesalahan Server). Nah, jika anda mengalami hal di atas, maka langkah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut.

Melihat kode status (Status Codes, atau juga disebut sebagai kode tanggapan).
Letaknya ada di sebelah kanan list URL yang terkena error.
Kode-kode angka itu memiliki arti, misalnya:

“kode 503, menunjukkan bahwa semuanya berjalan normal, tidak ada apa-apa.
Jika demikian, cukup beri tanda centang pada list URL bersangkutan.
Kemudian Anda klik, “Mark as fixed ” atau “Tandai sebagai telah diperbaiki”
Kode 503 merupakan pengalihan secara otomatis dari subdomain yang lama ke doman ubahsuaian yang baru”.

“Kode 404, menunjukkan bahwa halaman situs Anda tidak diketemukan (atau mungkin dianggap tidak ada)”.

Selanjutnya Anda harus memeriksa masing-masing halaman URL yang bersangkutan. Langkahnya adalah sebagai berikut:

– Anda masuk ke dalam dasbor Admin blogger,
– kemudian carilah URL tersebut.
– Selanjutnya lakukan publish ulang.
– Kemudian lakukan langkah submit ulang ke Google.
– Selanjutnya kembalilah laman Webmaster tools yang menunjukkan laporan error crawler sebelumnya.
– Lakukan pencentangan pada semua URL yang tidak diketemukan sebelumnya.
– Terakhir, klik “Tandai sebagai telah diperbaiki.”

Mengatasi Kesalahan Perayapan pada webmastertools

Lantas bagaimana jika ada URL lain (bukan buatan Anda) memunculkan pesan Error 404 (tidak diketemukan)?
Sebagai contoh Anda tidak pernah membuat URL /2012/20/link-edit-youtube, namun muncul pesan Error 404.
Langkah-langkah penyelesaiannya:
1. Solusinya adalah bahwa Anda harus membuka kembali link tersebut. Anda akan melihat pop-up jendela yang akan menampilkan URL lengkapnya: URL /2012/20/link-edit-youtube.
2. Kemudian salin URL tersebut
3. Terakhir, dari webmaster tools, lakukan penghapusan dengan fitur Hapus URL menu.

Demikian cara-cara mengatasi kesalahan perayapan (crawler error) serta kerusakan link (broken link). Pemeriksaan kinerja situs di webmaster tools yang teratur bisa membuat situs atau blog Anda selalu memiliki peringkat tinggi di Google search, dengan demikian kemungkinan Anda mendapat traffic yang lebih tinggi pun bisa semakin terbuka sekali

Tags:

Leave a Reply