Estimasi Keuntungan Budidaya Cacing Ternyata Bisa Meraup Ratusan Juta Perbulan

Peluang Usaha Budidaya Cacing – Rasa bosan seringkali menyerang para karyawan yang lelah dengan rutinitas kantor. Apakah Anda termasuk salah satunya? Jika iya, mungkin Anda bisa mencoba untuk mulai merintis usaha sendiri. Karena dengan begitu, Anda bisa lebih bergerak dinamis dengan cara Anda sendiri. Namun, sebelum memutuskan untuk benar-benar hengkang dari tempat dimana Anda bekerja, pastikan Anda sudah menemukan ide usaha yang akan dijalankan.

Masih bingung akan berbisnis apa? Mungkin ternak cacing bisa jadi jawabannya. Meskipun banyak yang jijik dengan hewan yang hidup di dalam tanah ini, ternyata prospek penjualannya sangat tinggi lho. Bahkan bisa mencapai ratusan juta per bulan. Untuk mencapai angka tersebut, Anda harus mengajak mitra sehingga produksinya pun bisa dalam jumlah besar

Referensi Lain: Peluang Bisnis Tanaman Hias Untung Besar, Simak Tips dan Caranya

Estimasi Keuntungan Peluang Usaha Budidaya Cacing

Perhitungan secara kasarnya sebagai berikut:

Harga cacing Per Kg = 40.000
Jika Jumlah Produksi cacing dihasilkan Perharinya 300 Kg
maka Jumlah keuntungan Perhari Rp.40.000 x 300 = Rp 12.000.000
dan Jumlah keuntungan dalam 1 bulan sekitar Rp 12.000.000 x 30 hari = Rp 360.000.000

Fantastis kan? Lewat cacing, ternyata ratusan juta rupiah bisa didapat. Tentunya, berbisnis tidak bisa dilakukan secara instan, harus ada tahapan yang dilalui dan pastinya tidak akan mudah.

Tips Menjadi Pembudidaya Cacing Sukses

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar usaha budidaya cacing yang Anda tekuni bisa sukses

Pilihlah jenis cacing yang tepat

Sebelum memulai usaha ini, Anda harus mengetahui jenis cacing yang tepat untuk dibudidayakan. Pilihlah jenis cacing Lumbricus Rubellus. Selain karena memiliki siklus pertumbuhan yang lebih cepat, pemeliharaannya pun terbilang mudah. Bahkan, cacing ini bisa dikembangkan dengan media limbah organik.

Permintaan untuk cacing jenis ini juga terus meningkat baik dalam industri peternakan, pertanian, maupun farmasi. Sedangkan angka produksinya masih rendah dan harganya juga cukup mahal. Jadi, budidaya cacing jenis ini merupakan usaha yang berprospek tinggi.

Siapkan lokasi budidaya cacing

Budidaya cacing tentunya harus menggunakan tanah sebagai medianya. Jangan lupa untuk memberikan bahan-bahan organik seperti dedaunan, kotoran hewan, atau sisa tanaman dan binatang yang telah mati.

Selanjutnya, pastikan PH tanah sekitar 6-7,2 serta kelembaban udara kira-kira 15-30% agar proses pembusukan atau fermentasi pada bakteri yang ada di dalam tubuh cacing dapat bekerja secara optimal. Selain itu, pertumbuhan dan perkembangannya pun bisa berjalan dengan maksimal. Lokasi budidaya sebaiknya tidak secara langsung terpapar oleh sinar matahari, mungkin bisa di bawah pohon, atau dibuatkan ruang khusus yang tidak menyimpan panas.

Sediakan bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk kandang

Untuk membuat kandang, bahan-bahan yang perlu disiapkan sangat murah dan mudah dicari. Contohnya adalah bambu, ijuk, papan bekas, rumbia, dan genteng tanah liat. Ukurannya kurang lebih 1,5×18 meter dengan tinggi 0,45 meter untuk kandang permanen skala besar. Berbagai macam model bisa Anda terapkan, mulai dari varian kandang dengan rak bertingkat di dalamnya, kotak bertumpuk, hingga kandang terbuka tanpa dinding.

Pelajari cara pembibitan

Untuk membudidayakan cacing, pastikan Anda mengetahui cara meramu media tumbuh, memilih dan memelihara bibit unggul, hingga mempersiapkan kandang. Sebelumnya, media dan kandang cacing telah dibahas. Kali ini, bibit cacing yang perlu untuk diperhatikan.

Anda bisa menggunakan bibit yang dijual di pasaran jika ingin memulai usaha secara komersil. Sedangkan untuk skala kecil, Anda dapat mencari bibit cacing tanah yang ada di sekitar seperti di tumpukan sampah yang telah membusuk. Kemudian, peliharalah cacing sesuai dengan usianya, muda atau dewasa. Kalau jumlahnya semakin banyak, bisa dipindahkan ke tempat yang lain.

Ketahui sistem perkembangbiakan

Saat bibit unggul sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah penanaman. Caranya adalah dengan mencoba memasukkan bibit sedikit demi sedikit, lalu amatilah secara seksama paling tidak tiga jam sekali untuk memastikan tidak ada cacing yang keluar dari media tanam. Bila tidak ada yang meninggalkan media hingga 12 jam, tandanya media yang disediakan sudah pas.

Setelah beberapa waktu, cacing-cacing tersebut akan mengalami pembuahan dan menghasilkan satu kokon berisi 2-20 ekor telur. Rentan waktu yang dibutuhkan untuk penetasannya adalah 14-21 hari.

Lakukan pemeliharaan secara seksama

Hal terpenting dalam pemeliharaan cacing adalah pemberian makan. Cukup berikan pakan berbentuk campuran serbuk cacing dan air sekali sehari, jumlahnya disesuaikan dengan jumlah cacing yang ditanam. Jangan lupa untuk mengganti media tanam setiap 2 minggu sekali agar cacing dapat berkembangbiak secara cepat. Selain itu, kendalikan hama seperti semut, burung, kumbang, katak, lalat, tikus, ayam, dan lain-lain.

Nah diatas adalah beberapa tips yang harus Anda terapkan agar bisa sukses budidaya cacing. Dan untuk memulainya, sebaiknya Anda datang ke peternak yang sudah berpengalaman, beli benih dari mereka dan kemudian belajarlah dari mereka. Bagaimana? Tertarik untuk menekuni peluang usaha ternak cacing ini? Tunggu apa lagi, selamat mencoba.

Tags:

Leave a Reply