Peluang Usaha Sablon, Analisa Modal Awal di Tahun 2016

Peluang Usaha sablon memang tidak ada matinya, bahkan kini makin menjamur. Permintaan jasa sablon membludak, utamanya menjelang pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Di samping itu, banyak sekali acara-acara yang digelar sepanjang tahunnya yang membutuhkan jasa sablon, seperti pembukaan toko baru sampai acara reuni.

Anda berminat terjun di usaha bidang sablon ini? Berikut adalah beberapa kiat sukses dan analisa modal awalnya.

Kiat Sukses dan Analisa Peluang Usaha Sablon

1. Utamakan Kualitas Hasil Sablon

Memang biasanya pelanggan yang membutuhkan jasa sablon akan memesan dalam jumlah besar, contohnya kaos atau spanduk. Namun, bukan berarti Anda bisa asal-asalan memproduksi barang sablon tersebut. Tetaplah melakukan kontrol kualitas yang baik agar pelanggan Anda merasa puas. Jika pelanggan Anda merasa harga yang mereka bayar sesuai dengan kualitas yang didapat, maka Anda akan sukses memperoleh loyalitas mereka.

2. Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Pelanggan

Selain memberikan hasil sablon yang berkualitas, Anda hanya akan sukses jika dapat menyediakan pelayanan bak seorang raja kepada pelanggan Anda. Tidak perlu menggelar karpet merah di tempat usaha Anda; cukup berikan senyum yang ramah dan dengarkan dengan baik permintaan pelanggan Anda dalam mencetak hasil sablon yang diinginkan. Jangan lupa, berikan tenggat waktu pengerjaan yang masuk akal dan berkomitmenlah untuk memenuhinya.

3. Lakukan Promosi yang Efektif

Kesuksesan usaha apapun, termasuk usaha sablon, sangat ditentukan oleh kekuatan promosi. Anda harus jeli melihat momen di pasar untuk melakukan promosi dengan efektif. Misalnya sedang musim pemilihan kepala daerah, pertandingan olah raga, atau konser bintang besar. Pastikan calon pelanggan Anda tahu bahwa usaha Anda dapat mendukung momen-momen tersebut agar berjalan dengan lebih meriah.

4. Pasang Harga yang Kompetitif

Calon pelanggan Anda pastilah mencari hasil sablon dengan kualitas prima dan harga yang terbaik. Walaupun memang ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan barang yang bagus, usahakanlah untuk mengambil keuntungan yang sewajarnya, katakanlah di antara 10% sampai 30%. Jauh lebih baik memberikan harga yang kompetitif tetapi mendapatkan banyak pelanggan daripada keuntungan besar tetapi pelanggan kapok karena terlalu mahal, bukan?

5. Selalu Ikuti Trend di Masyarakat

Mode yang dianggap trend di masyarakat selalu berubah seiring berjalannya waktu. Usaha sablon yang Anda jalankan pun mau tidak mau ikut terpengaruh dengan hal ini, karena materi yang disablon tentu tergantung dengan permintaan masyarakat. Saat Anda tahu sebuah film atau seorang artis sedang naik daun misalnya, Anda dapat menyiapkan desain yang terkait sehingga ketika ada permintaan, Anda dapat langsung menunjukkan desain awalnya.

baca juga: Memulai Bisnis Kuliner Lakukan Tips Dan Strategi Sukses Ini

Analisa Modal Awal Usaha Sablon

Ada beberapa jenis sablon yang biasa digunakan dalam dunia usaha, masing-masing memiliki karakteristik dan kebutuhan modal awal yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan singkatnya untuk Anda jadikan referensi.

Jenis Sablon

Keterangan

Perkiraan Modal Awal

(pembelian mesin dan alat-alat)

Sablon Digital Pencetakannya dilakukan secara digital dengan bantuan computer, paling cocok digunakan di kain berbahan dasar polyester. Rp 7.000.000
Sablon Manual Dikerjakan secara manual dengan tangan manusia. Proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang lama. Rp 200.000 sampai Rp 1.000.000
Sablon DTG

(Direct to Garment)

Mirip dengan sablon digital, namun dalam pengerjaannya tidak membutuhkan kertas transfer dan tinta yang digunakan adalah tinta tekstil sehingga hasil sablonnya lebih tajam. Rp 5.000.000 sampai ratusan juta

 

Selain yang tertera pada table di atas, tentu Anda juga harus mempertimbangkan biaya-biaya lainnya seperti sewa tempat dan biaya media promosi yang besarannya sangat tergantung dengan wilayah tempat Anda membuka usaha dan seberapa besar lingkup usaha Anda.

Demikian Sekilas pembahasan mengenai peluang usaha sablon. untuk analisa lebih detilnya nanti saya akan tulis di artikel berikutnya.

 

Tags:

Leave a Reply